
Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia tahun 2026, Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif dalam melakukan deteksi dini. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah berkembangnya penyakit hati kronis yang dapat berujung pada komplikasi serius.
Pentingnya Skrining Dini untuk Kesehatan Hati
PPHI dan Kemenkes menekankan bahwa deteksi dini merupakan kunci utama dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat hepatitis. Melalui pemeriksaan sederhana, infeksi virus hepatitis B dan C dapat segera teridentifikasi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih awal. Hal ini diyakini mampu menurunkan risiko terjadinya sirosis hati hingga kanker hati (hepatocellular carcinoma).
Siapa yang Perlu Memeriksakan Diri?
- Individu yang memiliki riwayat transfusi darah sebelum tahun 1990-an.
- Mereka yang pernah menggunakan jarum suntik secara tidak steril.
- Anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis B atau C.
- Siapa saja yang sering terpapar dengan cairan tubuh yang terinfeksi.
Dalam kampanye tahun ini, PPHI dan Kemenkes mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan. Tes deteksi dini kini semakin mudah diakses di puskesmas dan rumah sakit di seluruh Indonesia, dengan biaya yang terjangkau atau bahkan gratis dalam program tertentu.
Target Eliminasi Hepatitis 2030
Indonesia berkomitmen untuk mencapai target eliminasi hepatitis pada tahun 2030 sesuai dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Oleh karena itu, kesadaran publik terhadap bahaya hepatitis dan pentingnya skrining harus terus ditingkatkan. PPHI dan Kemenkes berharap melalui peringatan World Hepatitis Day 2026, semakin banyak masyarakat yang sadar untuk memeriksakan kesehatan hatinya secara rutin.
Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, penderita hepatitis kronis dapat menjalani hidup sehat dan produktif. Mari bersama-sama lawan hepatitis, lindungi hati Anda mulai sekarang!