
Pemerintah Kota Palu mencatat sebanyak 2.024 kasus HIV/AIDS di wilayahnya. Menyikapi angka yang cukup tinggi ini, Wakil Wali Kota Palu mengajak para mahasiswa untuk berperan aktif sebagai agen edukasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit tersebut.
Dalam sebuah kegiatan yang digelar di kampus, Wawali menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menyebarluaskan informasi yang benar mengenai HIV/AIDS. Ia berharap mahasiswa dapat menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat, terutama di lingkungan kampus dan sekitarnya.
“Mahasiswa memiliki akses dan pengaruh yang luas. Mereka bisa menjadi agen perubahan yang efektif untuk memutus rantai penularan HIV/AIDS,” ujar Wawali dalam sambutannya.
Data yang dirilis Dinas Kesehatan Kota Palu menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan yang serius. Oleh karena itu, peran serta semua pihak, termasuk akademisi, sangat diperlukan untuk menekan angka penularan.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya pencegahan HIV/AIDS, serta menghilangkan stigma negatif terhadap penderita. Dengan edukasi yang masif, diharapkan angka kasus baru dapat ditekan dan kualitas hidup penderita dapat ditingkatkan.