
Bagi Anda yang gemar berolahraga di pusat kebugaran dan rutin mengonsumsi suplemen, penting untuk mewaspadai potensi bahaya penyakit hepatitis yang bisa mengintai. Meskipun suplemen sering dianggap sebagai penunjang performa dan pemulihan otot, tidak semua produk di pasaran aman bagi kesehatan hati.
Bahaya Suplemen yang Tidak Terjamin Keamanannya
Banyak produk suplemen yang beredar di pasaran belum teruji secara ketat oleh badan pengawas obat dan makanan. Beberapa di antaranya bahkan mengandung bahan kimia berbahaya atau dosis berlebih yang dapat membebani fungsi hati. Konsumsi jangka panjang tanpa pengawasan medis berpotensi memicu peradangan hati yang dikenal sebagai hepatitis.
Faktor Risiko Utama
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena hepatitis akibat penggunaan suplemen antara lain:
- Kandungan bahan ilegal – Sebagian suplemen mengandung steroid anabolik atau stimulan lain yang toksik bagi sel hati.
- Dosis berlebihan – Konsumsi vitamin tertentu, seperti vitamin A, dalam jumlah sangat tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.
- Interaksi obat – Suplemen yang dikombinasikan dengan obat-obatan lain bisa memicu efek samping berbahaya pada hati.
- Infeksi melalui perlengkapan – Penggunaan jarum suntik tidak steril pada beberapa jenis suplemen injeksi juga menjadi jalur penularan hepatitis B dan C.
Langkah Pencegahan
Untuk tetap aman saat berolahraga dan mengonsumsi suplemen, perhatikan hal berikut:
- Pastikan produk memiliki izin edar resmi dari BPOM.
- Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai suplemen baru.
- Jangan pernah berbagi perlengkapan suntik atau alat kebersihan pribadi di gym.
- Lakukan pemeriksaan fungsi hati secara berkala jika Anda pengguna suplemen rutin.
Penyakit hepatitis dapat menimbulkan gejala seperti kelelahan, mual, sakit perut, dan kulit menguning. Jika mengalami gejala tersebut, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Ingat, kesehatan hati jauh lebih berharga daripada otot yang kuat.