
Banjarmasin, Kompas.com – Kualitas udara di empat wilayah di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih berada pada level sedang. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh penderita penyakit asma dan gangguan pernapasan lainnya.
Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, indeks kualitas udara di wilayah tersebut tercatat berada pada angka 51-100, yang masuk kategori sedang. Meskipun tidak berbahaya bagi sebagian besar orang, namun kelompok rentan seperti penderita asma, anak-anak, dan lansia perlu lebih berhati-hati.
Kepala DLH Kalsel, Hanifah, mengimbau kepada masyarakat, terutama penderita asma, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak. “Jika harus keluar rumah, gunakan masker untuk meminimalkan paparan polutan,” ujarnya.
Empat wilayah yang dimaksud adalah Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tanah Laut. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan aktivitas kendaraan bermotor dan pembakaran lahan.
Selain itu, DLH Kalsel juga mengingatkan agar masyarakat selalu memantau informasi terkini mengenai kualitas udara melalui aplikasi atau situs resmi. “Dengan mengetahui kondisi udara, kita bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat,” tambah Hanifah.
Bagi penderita asma, disarankan untuk selalu membawa obat inhaler dan menghindari paparan asap rokok serta debu. Jika mengalami gejala sesak napas, segera cari pertolongan medis.
Pemerintah daerah setempat juga terus berupaya meningkatkan kualitas udara melalui program penghijauan dan pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi menimbulkan polusi.