
Banyak orang belum menyadari bahwa serangan stroke bisa terjadi kapan saja, termasuk saat kita sedang tidur. Kondisi ini dikenal sebagai stroke saat tidur atau wake-up stroke, yaitu stroke yang terjadi ketika seseorang tertidur dan baru terasa gejalanya setelah bangun tidur.
Apa Itu Stroke Saat Tidur?
Stroke saat tidur adalah jenis stroke iskemik yang terjadi saat seseorang sedang terlelap. Karena tidak ada yang menyadari gejala awalnya, kondisi ini sering kali terlambat ditangani. Padahal, penanganan cepat sangat penting untuk mengurangi risiko kecacatan permanen atau kematian.
Ciri-ciri Umum Stroke Saat Tidur
Meskipun terjadi saat tidur, ada beberapa tanda yang bisa dikenali setelah bangun tidur, antara lain:
- Kesulitan berbicara atau bicara pelo saat baru bangun
- Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, seperti lengan atau kaki
- Sakit kepala hebat yang tidak biasa
- Pusing berputar atau kehilangan keseimbangan saat berdiri
- Gangguan penglihatan pada satu atau kedua mata
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala-gejala tersebut setelah bangun tidur, segera cari bantuan medis. Ingatlah bahwa waktu adalah otak—semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk pulih.
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko stroke saat tidur, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, dan gangguan irama jantung (fibrilasi atrium). Mengelola faktor-faktor ini dengan baik dapat membantu mencegah terjadinya stroke.
Jangan abaikan gejala ringan sekalipun. Kesadaran dan pengetahuan tentang stroke saat tidur bisa menyelamatkan nyawa. Bagikan informasi ini kepada orang-orang terdekat Anda agar mereka juga waspada.