
Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan di Indonesia. Memahami gejala awal dan tanda bahaya, terutama saat demam mulai mereda, sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih parah.
Gejala Awal Demam Berdarah yang Perlu Diwaspadai
Pada tahap awal, DBD sering kali sulit dibedakan dengan infeksi virus lain. Namun, ada beberapa ciri khas yang bisa dikenali:
- Demam tinggi mendadak, biasanya mencapai 39-40 derajat Celsius, yang berlangsung selama 2-7 hari.
- Sakit kepala berat, terutama di bagian dahi atau belakang mata.
- Nyeri pada otot dan sendi, sering disebut sebagai ‘breakbone fever’.
- Muncul ruam merah di kulit, biasanya setelah 3-4 hari demam.
- Mual, muntah, dan nafsu makan menurun drastis.
- Kelelahan ekstrem dan lesu.
Tanda Bahaya Saat Demam Mulai Mereda
Banyak orang menganggap demam yang turun sebagai pertanda sembuh. Padahal, fase ini justru kritis karena risiko terjadinya kebocoran plasma darah dan syok paling tinggi. Beberapa tanda bahaya yang harus segera diwaspadai antara lain:
- Nyeri perut hebat dan terus-menerus.
- Muntah terus-menerus atau muntah darah.
- Perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, atau memar tanpa sebab.
- Kulit terasa dingin, lembap, dan pucat.
- Gelisah atau mudah marah.
- Penurunan jumlah urine secara signifikan.
- Tangan dan kaki dingin serta merasa haus terus-menerus.
Langkah yang Harus Dilakukan
Jika Anda atau anggota keluarga mengalami gejala di atas, segera periksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu kondisi memburuk. Istirahat total dan perbanyak minum air putih (atau oralit) untuk mencegah dehidrasi. Hindari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (seperti ibuprofen atau aspirin) karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Lakukan 3M Plus: Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk, serta menggunakan losion antinyamuk atau kelambu saat tidur.