Waspada! Hepatitis B dan C Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati Secara Senyap, Skrining Gratis untuk yang Berhak

Home blog Waspada! Hepatitis B dan C Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati Secara Senyap, Skrining Gratis untuk yang Berhak
Waspada! Hepatitis B dan C Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati Secara Senyap, Skrining Gratis untuk yang Berhak
Waspada! Hepatitis B dan C Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati Secara Senyap, Skrining Gratis untuk yang Berhak

Hepatitis B dan C merupakan infeksi virus yang dapat berlangsung tanpa gejala dalam waktu lama. Tanpa disadari, kedua jenis hepatitis ini mampu meningkatkan risiko terkena kanker hati secara signifikan. Banyak penderita tidak mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi karena gejalanya seringkali tidak tampak jelas.

Pemeriksaan dini atau skrining menjadi langkah krusial untuk mendeteksi keberadaan virus ini sebelum berkembang menjadi komplikasi serius. Kabar baiknya, program skrining gratis kini tersedia bagi individu yang memenuhi kriteria tertentu.

Mengapa Hepatitis B dan C Berbahaya?

Kedua virus ini menyerang organ hati dan dapat menyebabkan peradangan kronis. Jika tidak ditangani dengan tepat, peradangan berkepanjangan dapat memicu sirosis dan akhirnya berkembang menjadi karsinoma hepatoseluler, yaitu jenis kanker hati yang paling umum. Proses ini sering berlangsung diam-diam selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan keluhan yang berarti.

Siapa yang Berisiko Tinggi?

Beberapa kelompok masyarakat memiliki risiko lebih tinggi tertular hepatitis B dan C, antara lain:

  • Orang yang pernah menerima transfusi darah sebelum tahun 1992
  • Pengguna jarum suntik secara bergantian
  • Tenaga kesehatan yang sering terpapar darah atau cairan tubuh pasien
  • Individu yang lahir dari ibu dengan hepatitis B
  • Mereka yang tinggal di daerah dengan prevalensi hepatitis tinggi

Skrining Gratis: Siapa yang Memenuhi Syarat?

Pemerintah melalui program kesehatan nasional menyediakan layanan skrining gratis bagi masyarakat yang masuk dalam kategori berisiko. Biasanya, syarat utama adalah memiliki faktor risiko seperti riwayat kontak dengan penderita hepatitis, pernah menjalani prosedur medis yang tidak steril, atau berasal dari daerah endemis. Untuk mengetahui detail persyaratan dan lokasi layanan, masyarakat dapat menghubungi fasilitas kesehatan terdekat atau mengakses portal resmi kementerian kesehatan.

Deteksi dini melalui skrining memungkinkan penanganan segera sehingga risiko kerusakan hati dan kanker dapat ditekan secara maksimal. Jangan tunda untuk memeriksakan diri jika Anda termasuk dalam kelompok berisiko.