Waspada! Gejala Leukimia pada Anak Sering Disangka Demam Berdarah, Deteksi Dini Jadi Sulit

Home blog Waspada! Gejala Leukimia pada Anak Sering Disangka Demam Berdarah, Deteksi Dini Jadi Sulit
Waspada! Gejala Leukimia pada Anak Sering Disangka Demam Berdarah, Deteksi Dini Jadi Sulit
Waspada! Gejala Leukimia pada Anak Sering Disangka Demam Berdarah, Deteksi Dini Jadi Sulit

Kasus leukimia pada anak kerap kali terdeteksi terlambat karena gejalanya sangat mirip dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kemiripan ini membuat banyak orang tua dan tenaga medis awalnya mengira anak hanya terkena infeksi virus biasa, sehingga penanganan yang tepat menjadi tertunda.

Menurut laporan yang dikutip dari berbagai sumber kesehatan, gejala awal leukimia seperti demam tinggi, munculnya bintik merah di kulit, dan rasa lemas yang ekstrem sering disalahartikan sebagai DBD. Padahal, jika tidak segera ditangani, leukimia bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Untuk membedakan keduanya, dokter biasanya melakukan pemeriksaan darah lengkap. Pada leukimia, hasil tes menunjukkan jumlah sel darah putih yang abnormal serta penurunan trombosit dan hemoglobin yang signifikan. Sementara pada DBD, penurunan trombosit biasanya bersifat sementara dan disertai dengan peningkatan hematokrit.

Ahli kesehatan menekankan pentingnya kewaspadaan orang tua. Jika demam anak tidak kunjung turun setelah beberapa hari, disertai dengan pucat, mudah memar, atau pembengkakan kelenjar getah bening, segera konsultasikan ke dokter anak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Deteksi dini menjadi kunci utama keberhasilan pengobatan leukimia pada anak.