
Musim kembali ke sekolah seringkali menjadi periode yang rentan bagi anak-anak. Selain semangat bertemu teman dan guru baru, ada sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai oleh para orang tua. Berdasarkan laporan dari berbagai sumber, setidaknya ada empat kelompok penyakit yang kerap ‘menyerang’ anak-anak pada masa transisi ini.
Penyakit-penyakit tersebut umumnya menyebar dengan cepat di lingkungan sekolah karena interaksi antar anak yang tinggi. Berikut adalah empat kelompok penyakit yang perlu diantisipasi:
1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Kelompok ini mencakup flu, batuk, pilek, dan radang tenggorokan. Penyakit ini sangat mudah menular melalui percikan air liur saat batuk atau bersin, atau melalui sentuhan tangan yang terkontaminasi. Anak-anak yang berada dalam ruang kelas yang padat berisiko tinggi tertular.
2. Penyakit Saluran Pencernaan
Diare, muntaber, dan infeksi usus lainnya juga sering muncul saat anak kembali ke sekolah. Penyebabnya bisa dari makanan jajan yang tidak higienis, kebiasaan mencuci tangan yang kurang baik, atau minum air yang tidak bersih. Kebersihan lingkungan sekolah dan kebiasaan anak menjadi kunci pencegahan.
3. Penyakit Kulit
Penyakit kulit seperti kurap, kudis, dan impetigo (infeksi bakteri pada kulit) mudah menular melalui kontak langsung antar anak, misalnya saat bermain atau meminjam pakaian. Lingkungan yang lembap dan kebersihan yang kurang baik menjadi faktor pemicu.
4. Penyakit yang Ditularkan Melalui Vektor
Demam berdarah dengue (DBD) dan chikungunya termasuk dalam kelompok ini. Meskipun tidak menular langsung dari anak ke anak, penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk. Lingkungan sekolah yang banyak genangan air bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut, orang tua dan pihak sekolah disarankan untuk bersama-sama menjaga kebersihan, mengajarkan anak mencuci tangan dengan sabun, memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).