Waspada Demam Reda Saat DBD: Kenali Fase Kritis yang Berbahaya

Home blog Waspada Demam Reda Saat DBD: Kenali Fase Kritis yang Berbahaya
Waspada Demam Reda Saat DBD: Kenali Fase Kritis yang Berbahaya
Waspada Demam Reda Saat DBD: Kenali Fase Kritis yang Berbahaya

Demam berdarah dengue (DBD) seringkali membuat pasien dan keluarga lengah, terutama saat demam mulai turun. Banyak yang mengira kondisi membaik, padahal fase inilah yang justru paling kritis dan perlu diwaspadai.

Fase Kritis DBD: Saat Demam Turun Bukan Berarti Sembuh

Pada perjalanan penyakit DBD, terdapat tiga fase utama, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan. Fase kritis biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-7 sejak demam muncul. Ciri khasnya adalah penurunan suhu tubuh secara drastis, yang kerap disalahartikan sebagai kesembuhan.

Padahal, di fase inilah risiko kebocoran plasma darah paling tinggi. Jika tidak ditangani dengan tepat, pasien bisa mengalami syok, perdarahan hebat, bahkan kematian.

Tanda-Tanda Fase Kritis yang Perlu Diwaspadai

  • Nyeri perut hebat dan terus-menerus
  • Muntah terus-menerus, kadang disertai darah
  • Perdarahan dari hidung atau gusi
  • Kulit terasa dingin dan lembap
  • Gelisah atau penurunan kesadaran
  • Nadi terasa lemah dan cepat
  • Tekanan darah menurun drastis

Penanganan Tepat di Fase Kritis

Jika pasien memasuki fase kritis, penanganan medis yang cepat dan tepat sangatlah penting. Pemberian cairan infus untuk mengganti plasma yang bocor menjadi prioritas utama. Pasien juga perlu dirawat di rumah sakit agar kondisinya dapat dipantau secara ketat.

Jangan pernah memberikan obat penurun demam atau antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen atau aspirin tanpa pengawasan dokter, karena dapat memperburuk risiko perdarahan.

Kesadaran akan fase kritis DBD ini sangat penting. Jangan tertipu oleh demam yang turun. Segera konsultasikan ke dokter jika Anda atau anggota keluarga menunjukkan gejala yang mencurigakan.