Waspada! Demam Berdarah dan Leukimia pada Anak Memiliki Kemiripan Gejala, Simak Tips Membedakannya

Home blog Waspada! Demam Berdarah dan Leukimia pada Anak Memiliki Kemiripan Gejala, Simak Tips Membedakannya
Waspada! Demam Berdarah dan Leukimia pada Anak Memiliki Kemiripan Gejala, Simak Tips Membedakannya
Waspada! Demam Berdarah dan Leukimia pada Anak Memiliki Kemiripan Gejala, Simak Tips Membedakannya

Orang tua perlu waspada karena demam berdarah dengue (DBD) dan leukimia pada anak sering kali menunjukkan gejala awal yang serupa. Kedua penyakit ini sama-sama ditandai dengan demam tinggi, kelelahan, dan penurunan nafsu makan. Namun, ada beberapa perbedaan kunci yang bisa membantu Anda membedakannya.

Gejala Umum yang Mirip

Baik DBD maupun leukimia dapat menyebabkan demam yang tidak kunjung turun, tubuh lemas, serta munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Pada DBD, bintik merah biasanya muncul akibat pecahnya pembuluh darah kecil, sedangkan pada leukimia, bintik merah terjadi karena rendahnya trombosit akibat gangguan sumsum tulang.

Cara Membedakan

  • Durasi Demam: Demam pada DBD biasanya berlangsung 2–7 hari dan disertai nyeri otot serta sendi yang hebat. Sementara itu, demam pada leukimia cenderung lebih lama dan tidak merespons obat penurun panas.
  • Gejala Tambahan: Anak dengan DBD sering mengalami mual, muntah, dan sakit perut, sedangkan penderita leukimia mungkin menunjukkan pucat, mudah memar, dan infeksi berulang.
  • Pemeriksaan Darah: Tes darah sederhana dapat membedakan keduanya. DBD menunjukkan penurunan trombosit dan peningkatan hematokrit, sementara leukimia memperlihatkan jumlah sel darah putih yang sangat tinggi atau rendah serta adanya sel blast.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika anak Anda mengalami demam tinggi lebih dari tiga hari, lemas berlebihan, atau muncul bintik merah yang tidak biasa, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Diagnosis dini sangat penting untuk penanganan yang tepat.

Dengan memahami perbedaan ini, orang tua dapat lebih waspada dan tidak panik saat menghadapi gejala yang mirip. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.