
Masyarakat Kota Palu diingatkan kembali akan pentingnya penanganan stroke secara cepat, terutama dalam waktu emas 4,5 jam sejak gejala pertama muncul.
Mengapa 4,5 Jam Begitu Krusial?
Waktu 4,5 jam merupakan periode kritis dalam penanganan stroke. Pada fase ini, dokter dapat memberikan terapi trombolisis atau obat penghancur gumpalan darah untuk mengembalikan aliran darah ke otak. Semakin cepat pasien mendapatkan pertolongan, semakin besar peluang untuk meminimalkan kerusakan otak dan mencegah kecacatan permanen.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Warga diminta untuk segera mengenali gejala stroke yang sering dikenal dengan istilah ‘SeGeRa Ke RS’:
- Senyum tidak simetris, salah satu sisi mulut turun.
- Gerak separuh anggota tubuh melemah atau lumpuh.
- Racam bicara atau bicara tidak jelas, bahkan tidak mampu bicara.
- Kebasan atau baal pada separuh tubuh.
- Rabun atau pandangan kabur yang terjadi tiba-tiba.
- Sakit kepala hebat yang muncul mendadak tanpa sebab jelas.
Langkah yang Harus Dilakukan
Apabila menemukan gejala-gejala tersebut pada diri sendiri atau orang di sekitar, segera hubungi layanan medis darurat atau bawa ke fasilitas kesehatan terdekat yang memiliki kemampuan menangani stroke. Jangan menunda, jangan memberikan minum atau makan, dan jangan memberikan obat sembarangan. Setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan fungsi otak.
Pemerintah daerah dan tenaga kesehatan di Palu terus menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya waktu penanganan stroke. Dengan pemahaman yang baik dan respons cepat, angka kematian dan kecacatan akibat stroke dapat ditekan secara signifikan.