
Pemerintah Kota Mojokerto mengajak warganya untuk meningkatkan aktivitas fisik guna menekan risiko penyakit tidak menular. Kampanye ini menekankan pentingnya mengurangi kebiasaan malas bergerak yang dapat memicu berbagai masalah kesehatan kronis.
Dalam upaya menekan angka kejadian penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan jantung, masyarakat didorong untuk rutin berolahraga dan menjalani gaya hidup aktif. Kebiasaan duduk terlalu lama dan kurang bergerak dianggap sebagai faktor utama yang meningkatkan kerentanan terhadap penyakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menyatakan bahwa perubahan gaya hidup menjadi kunci utama dalam pencegahan. “Kami ingin masyarakat sadar bahwa bergerak aktif tidak harus mahal. Cukup dengan berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan pekerjaan rumah tangga secara rutin sudah sangat membantu,” ujarnya.
Program ini juga mencakup sosialisasi di lingkungan perkantoran dan sekolah untuk mendorong penerapan gerakan aktif di tengah kesibukan sehari-hari. Selain itu, pemerintah setempat menyediakan fasilitas olahraga umum yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh warga.
Dengan adanya ajakan ini, diharapkan warga Mojokerto dapat terhindar dari ancaman penyakit tidak menular yang kini menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia. Kesadaran untuk bergerak aktif dan menjaga pola makan sehat menjadi investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.