
Setibanya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro, para warga binaan yang baru dipindahkan langsung menjalani skrining kesehatan. Langkah ini diambil untuk mendeteksi dini penyakit Tuberkulosis (TB) dan HIV di kalangan narapidana.
Kepala Lapas Metro, [nama pejabat], menjelaskan bahwa prosedur ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah penyebaran penyakit menular di dalam lapas. “Skrining dilakukan secara bertahap dan menyeluruh terhadap seluruh warga binaan yang baru tiba,” ujarnya.
Pemeriksaan TB dilakukan dengan metode tes cepat molekuler (TCM) yang hasilnya bisa diketahui dalam waktu singkat. Sementara itu, tes HIV dilakukan dengan menggunakan alat rapid test. Jika ditemukan kasus positif, warga binaan akan segera mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama karena kondisi lapas yang padat penghuni rentan terhadap penularan penyakit. Dengan skrining rutin, diharapkan angka kesakitan akibat TB dan HIV di Lapas Metro dapat ditekan.
Program ini juga sejalan dengan target nasional untuk eliminasi TB pada tahun 2030 dan pengendalian HIV/AIDS. Lapas Metro berkomitmen untuk terus menjalankan program kesehatan secara berkelanjutan demi kesejahteraan warga binaan.