
Seorang ibu rumah tangga yang menderita asma di Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, dilaporkan meninggal dunia setelah desanya terpapar kabut asap yang pekat. Peristiwa tragis ini menyoroti dampak serius dari polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit pernapasan.
Korban diketahui memiliki riwayat asma yang kronis. Kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir diduga memperparah kondisi kesehatannya hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir. Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya laten dari kabut asap yang kerap melanda wilayah Indonesia saat musim kemarau.
Pemerintah daerah setempat telah mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker jika harus beraktivitas. Namun, bagi penderita penyakit paru-paru seperti asma, paparan kabut asap dalam jangka waktu tertentu bisa berakibat fatal.
Peristiwa di Barito Kuala ini menambah daftar panjang korban jiwa akibat kabut asap di Indonesia. Para ahli kesehatan menekankan pentingnya penanganan segera terhadap sumber kebakaran hutan dan lahan, serta perlunya sistem peringatan dini bagi kelompok rentan seperti penderita asma, lansia, dan anak-anak.