
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) menyampaikan bahwa program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) memiliki potensi besar dalam menekan angka kejadian stroke dan penyakit kardiovaskular di Indonesia. Dalam proyeksi yang disampaikan, inisiatif ini diperkirakan mampu mencegah satu dari empat kasus atau sekitar 25 persen dari total kasus stroke dan penyakit jantung pada tahun 2035.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah kesempatan yang menggarisbawahi pentingnya deteksi dini dan pencegahan sebagai langkah strategis dalam mengatasi beban penyakit tidak menular. Dengan CKG, masyarakat dapat memeriksakan kondisi kesehatannya secara rutin tanpa biaya, sehingga faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi bisa terdeteksi lebih awal.
Menurut data yang dihimpun, penyakit kardiovaskular dan stroke masih menjadi penyebab utama kematian di tanah air. Melalui skrining kesehatan massal, pemerintah berharap dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kedua penyakit tersebut secara signifikan dalam satu dekade mendatang.
Program CKG sendiri sudah mulai dijalankan di berbagai fasilitas kesehatan tingkat pertama. Wamenkes menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan agar target pencegahan ini bisa tercapai. Edukasi mengenai gaya hidup sehat juga terus digencarkan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.
Dengan langkah ini, Indonesia optimistis mampu mengurangi beban penyakit kardiovaskular dan stroke, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.