Wali Kota Mojokerto Temukan Rumah Penuh Barang Bekas saat PSN, Waspadai Risiko Penyakit

Home blog Wali Kota Mojokerto Temukan Rumah Penuh Barang Bekas saat PSN, Waspadai Risiko Penyakit
Wali Kota Mojokerto Temukan Rumah Penuh Barang Bekas saat PSN, Waspadai Risiko Penyakit
Wali Kota Mojokerto Temukan Rumah Penuh Barang Bekas saat PSN, Waspadai Risiko Penyakit

Wali Kota Mojokerto mendapati sebuah rumah yang dipenuhi tumpukan barang bekas saat melakukan inspeksi dalam program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Temuan ini menjadi peringatan serius akan bahaya yang mengintai dari sarang penyakit yang bisa berkembang di lingkungan kumuh.

Kondisi Rumah yang Memprihatinkan

Dalam kunjungannya, Wali Kota melihat langsung bagaimana rumah tersebut dipenuhi berbagai barang bekas yang tidak terurus. Tumpukan sampah dan barang rongsokan itu berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Imbauan Wali Kota

Wali Kota mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama di musim hujan seperti sekarang. Ia menekankan pentingnya membersihkan tempat-tempat yang bisa menampung air, seperti pot bunga, ember, dan barang bekas lainnya.

“Jangan sampai rumah kita menjadi sarang penyakit. Barang bekas yang tidak terpakai sebaiknya dibuang atau didaur ulang, bukan ditumpuk begitu saja,” ujar Wali Kota dalam kesempatan tersebut.

Langkah Pencegahan yang Perlu Dilakukan

Untuk mencegah penyebaran penyakit, masyarakat diimbau melakukan langkah-langkah berikut:

  • Menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali.
  • Menutup rapat tempat penyimpanan air.
  • Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas agar tidak menumpuk.
  • Memasang kelambu atau menggunakan obat nyamuk untuk perlindungan tambahan.

Program PSN ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota untuk menekan angka kasus DBD yang kerap meningkat saat musim hujan. Wali Kota berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan semakin meningkat demi kesehatan bersama.