
Wakil Bupati Ngada menegaskan bahwa penanganan penyakit yang menyerang tanaman pisang tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu daerah. Dibutuhkan kerja sama yang erat lintas kabupaten dan provinsi agar upaya pengendalian berjalan efektif.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum diskusi yang membahas tentang ancaman penyakit pisang yang kini meluas. Menurutnya, penyakit seperti layu bakteri dan fusarium dapat menyebar cepat tanpa adanya koordinasi antarwilayah.
Mengapa Kerja Sama Lintas Daerah Penting?
Penyakit pada tanaman pisang tidak mengenal batas administrasi. Jika satu daerah berhasil mengendalikan wabah, namun daerah tetangga tidak melakukan tindakan serupa, maka risiko penularan tetap tinggi. Oleh karena itu, Wabup Ngada mendorong pembentukan tim gabungan yang melibatkan petugas pertanian dari berbagai daerah.
Selain itu, pertukaran informasi dan teknologi pengendalian hama juga menjadi kunci. Daerah yang sudah memiliki metode penanganan yang terbukti berhasil bisa membagikannya ke daerah lain. Hal ini akan mempercepat proses pemulihan dan mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar.
Dampak Ekonomi dan Langkah Selanjutnya
Pisang merupakan salah satu komoditas unggulan di Ngada. Serangan penyakit yang tidak tertangani dengan baik berpotensi menurunkan hasil panen secara signifikan. Akibatnya, pendapatan petani akan terpukul dan pasokan ke pasar terganggu.
Pemerintah daerah berencana mengadakan pertemuan dengan dinas pertanian di kabupaten tetangga dalam waktu dekat. Pertemuan ini akan membahas strategi bersama, termasuk pengawasan lalu lintas bibit pisang dan penyemprotan pestisida secara terpadu. Dengan langkah ini, diharapkan penyebaran penyakit bisa ditekan dan produktivitas pisang di Ngada tetap terjaga.