
Amerika Serikat tengah dilanda kekhawatiran akibat penyebaran infeksi siklospora yang kian meluas. Wabah ini menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat karena banyak yang belum mengenal parasit penyebabnya. Lantas, apa sebenarnya siklospora dan bagaimana tanda-tanda jika seseorang terinfeksi?
Apa Itu Siklospora?
Siklospora adalah parasit mikroskopis bernama Cyclospora cayetanensis. Parasit ini biasanya masuk ke tubuh manusia melalui makanan atau air yang terkontaminasi kotoran mengandung siklospora. Berbeda dengan bakteri atau virus, siklospora butuh waktu beberapa hari hingga berminggu-minggu untuk menimbulkan gejala setelah masuk ke saluran pencernaan.
Gejala Infeksi Siklospora
Gejala utama infeksi ini adalah diare berair yang bisa berlangsung lama dan sering kambuh. Penderita juga kerap mengalami kram perut, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, dan kelelahan. Beberapa orang melaporkan demam ringan serta nyeri otot. Gejala biasanya muncul sekitar 7–10 hari setelah terpapar parasit.
Bagaimana Penyebarannya?
Siklospora menyebar terutama melalui konsumsi buah atau sayuran segar yang terkontaminasi, seperti raspberry, kemangi, dan selada. Air minum yang tidak diolah dengan baik juga bisa menjadi sumber penularan. Karena parasit ini tidak menular langsung dari orang ke orang, pencegahan lebih difokuskan pada kebersihan makanan dan air.
Langkah Pencegahan
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan dan setelah ke toilet.
- Cuci bersih semua buah dan sayuran sebelum dikonsumsi.
- Hindari mengonsumsi makanan mentah atau setengah matang di daerah dengan risiko tinggi.
- Minum air yang sudah dimasak atau air kemasan yang terjamin kebersihannya.
Meski infeksi siklospora bisa sembuh dengan sendirinya, dokter biasanya meresepkan antibiotik seperti trimetoprim-sulfametoksazol untuk mempercepat pemulihan. Jika Anda mengalami diare berkepanjangan atau gejala di atas setelah bepergian atau mengonsumsi makanan tertentu, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.