Upaya Intensif Skrining TBC di Rutan Pekalongan: 15 Kasus Suspek Ditangani

Home blog Upaya Intensif Skrining TBC di Rutan Pekalongan: 15 Kasus Suspek Ditangani
Upaya Intensif Skrining TBC di Rutan Pekalongan: 15 Kasus Suspek Ditangani
Upaya Intensif Skrining TBC di Rutan Pekalongan: 15 Kasus Suspek Ditangani

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pekalongan terus meningkatkan langkah pencegahan dan deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC) di lingkungan warga binaan. Dalam kegiatan skrining yang digencarkan baru-baru ini, sebanyak 15 orang warga binaan teridentifikasi sebagai suspek TBC dan segera mendapatkan penanganan lanjutan.

Kepala Rutan Pekalongan menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kesehatan seluruh penghuni rutan. Skrining dilakukan dengan metode pemeriksaan gejala dan tes cepat molekuler (TCM) bagi mereka yang menunjukkan gejala mirip TBC.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan yang berpotensi mengidap TBC bisa segera diobati agar tidak menular ke yang lain,” ujar Kepala Rutan. “Langkah ini juga sejalan dengan program nasional eliminasi TBC pada tahun 2030.”

Dari 15 suspek yang ditemukan, seluruhnya telah menjalani pemeriksaan dahak dan sebagian sudah memulai pengobatan. Rutan juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan dan Puskesmas setempat untuk memastikan ketersediaan obat serta pemantauan ketat selama masa pengobatan.

Kegiatan skrining ini disambut positif oleh para warga binaan. Salah seorang dari mereka mengaku lega karena bisa segera berobat setelah mengetahui kondisinya. “Awalnya saya batuk terus, tapi setelah diperiksa ternyata ada indikasi TBC. Sekarang sudah minum obat, semoga cepat sembuh,” ujarnya.

Ke depannya, Rutan Pekalongan berencana melakukan skrining secara berkala setiap tiga bulan sekali. Selain itu, edukasi tentang bahaya TBC dan cara pencegahannya juga akan terus digalakkan di kalangan warga binaan dan petugas.