
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menunjukkan inovasi di bidang teknologi kesehatan. Kali ini, UMY mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi berbagai penyakit, mulai dari kanker hingga masalah kesehatan mental.
Inovasi ini diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam mendiagnosis penyakit secara lebih cepat dan akurat. Dengan memanfaatkan AI, proses deteksi dini dapat dilakukan tanpa harus melalui prosedur yang rumit dan memakan waktu.
Model AI yang dikembangkan oleh UMY menggunakan algoritma pembelajaran mesin (machine learning) yang dilatih dengan data medis dalam jumlah besar. Algoritma ini mampu mengenali pola-pola tertentu yang mengindikasikan adanya kanker atau gangguan mental pada pasien.
Deteksi Kanker dengan AI
Untuk deteksi kanker, AI dilatih untuk menganalisis hasil pencitraan medis seperti CT scan, MRI, atau foto rontgen. Sistem ini dapat membedakan antara jaringan normal dan jaringan yang mencurigakan sebagai sel kanker. Hal ini memungkinkan dokter untuk segera melakukan tindakan lebih lanjut jika ditemukan indikasi kanker.
Deteksi Kesehatan Mental
Sementara itu, untuk kesehatan mental, AI dirancang untuk menganalisis pola bicara, ekspresi wajah, dan respons pasien terhadap pertanyaan tertentu. Dengan demikian, sistem dapat mendeteksi gejala-gejala awal depresi, kecemasan, atau gangguan mental lainnya.
Pengembangan AI ini merupakan bagian dari komitmen UMY untuk berkontribusi dalam dunia kesehatan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ke depannya, UMY berencana untuk terus menyempurnakan model AI ini agar dapat diintegrasikan ke dalam sistem kesehatan di Indonesia.