
Para peserta ujian Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) mengeluhkan sistem ujian dengan format pilihan ganda yang dianggap rumit dan membingungkan. Banyak yang merasa bahwa soal-soal yang disajikan justru lebih cenderung ‘menjebak’ daripada menguji pemahaman materi secara mendalam.
Dalam beberapa sesi ujian, peserta mengaku bahwa opsi jawaban yang tersedia seringkali sangat mirip satu sama lain, sehingga memicu kebingungan dan memperlambat proses pengerjaan. Hal ini tidak hanya membuat peserta frustrasi, tetapi juga mengurangi kepercayaan diri mereka terhadap hasil ujian.
Seorang peserta yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ‘Soalnya bukannya menguji kemampuan, malah seperti permainan tebak-tebakan. Pilihan a, b, c, d hampir semuanya mirip, jadi kami bingung mana yang benar.’
Selain itu, beberapa peserta juga menyoroti bahwa format pilihan ganda tidak sepenuhnya mencerminkan kompetensi yang dibutuhkan seorang PPAT, yang seharusnya lebih menekankan pada analisis dan penerapan hukum secara praktis.
Dengan adanya keluhan ini, diharapkan pihak penyelenggara dapat mengevaluasi kembali format ujian agar lebih adil dan efektif dalam mengukur kemampuan calon PPAT.