
Dunia musik Indonesia kembali berduka. Trisno, bassist legendaris dari grup band PAS Band, telah meninggal dunia. Kepergiannya disebabkan oleh penyakit gagal ginjal yang telah lama dideritanya. Sebelum berpulang, Trisno sempat menjalani operasi dalam upaya penyembuhan.
Trisno dikenal sebagai salah satu pilar penting dalam perjalanan karier PAS Band. Kontribusinya dalam menciptakan harmoni musik yang khas membuat namanya harum di industri musik Tanah Air. Berita duka ini pertama kali menyebar melalui berbagai kanal media sosial dan situs berita.
Gagal ginjal yang diderita Trisno bukanlah penyakit yang datang tiba-tiba. Ia telah berjuang melawan kondisi tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Operasi yang dijalaninya merupakan bagian dari rangkaian pengobatan untuk memperpanjang usianya. Namun, takdir berkata lain. Trisno menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.
Kepergian Trisno meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sesama musisi, dan para penggemar setianya. Banyak ungkapan belasungkawa dan kenangan indah yang dibagikan di media sosial. Mereka mengenang Trisno sebagai sosok yang rendah hati, berbakat, dan penuh dedikasi terhadap musik.
PAS Band sendiri merupakan salah satu grup musik yang cukup berpengaruh di era 90-an dan awal 2000-an. Dengan lagu-lagu hits seperti “Mimpi” dan “Aku,” band ini berhasil mencuri hati banyak pendengar. Trisno, dengan permainan bassnya yang solid, menjadi bagian tak terpisahkan dari kesuksesan tersebut.