Tim PINTAR Diagnostics ITB Raih Medali Emas di PIMNAS 2025 lewat Inovasi Deteksi Hepatitis B Berbasis CRISPR

Home blog Tim PINTAR Diagnostics ITB Raih Medali Emas di PIMNAS 2025 lewat Inovasi Deteksi Hepatitis B Berbasis CRISPR
Tim PINTAR Diagnostics ITB Raih Medali Emas di PIMNAS 2025 lewat Inovasi Deteksi Hepatitis B Berbasis CRISPR
Tim PINTAR Diagnostics ITB Raih Medali Emas di PIMNAS 2025 lewat Inovasi Deteksi Hepatitis B Berbasis CRISPR

Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Tim PINTAR Diagnostics berhasil meraih medali emas pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025. Prestasi ini diraih melalui inovasi mutakhir mereka: sebuah metode deteksi virus Hepatitis B yang memanfaatkan teknologi CRISPR.

Inovasi yang Menggabungkan Bioteknologi dan Kebutuhan Klinis

CRISPR, yang selama ini dikenal sebagai alat penyunting gen, kini dioptimalkan oleh tim mahasiswa ITB untuk mendeteksi keberadaan virus Hepatitis B secara cepat, akurat, dan terjangkau. Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya prevalensi Hepatitis B di Indonesia serta keterbatasan alat deteksi konvensional yang membutuhkan peralatan mahal dan waktu pemeriksaan lama.

Ketua tim PINTAR Diagnostics menjelaskan bahwa metode yang mereka kembangkan memanfaatkan sistem CRISPR-Cas untuk mengenali materi genetik virus secara spesifik. Ketika virus terdeteksi, sistem akan menghasilkan sinyal yang mudah dibaca, sehingga hasil pemeriksaan dapat diperoleh dalam waktu singkat tanpa mengurangi tingkat akurasi.

Pengakuan di Ajang PIMNAS 2025

PIMNAS merupakan kompetisi riset mahasiswa bergengsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pada tahun 2025, ajang ini menjadi ajang unjuk karya terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Tim PINTAR Diagnostics berhasil memukau dewan juri dengan presentasi ilmiah yang kuat serta potensi aplikasi nyata dari inovasi mereka.

Medali emas yang diraih bukan hanya menjadi kebanggaan bagi ITB, tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghasilkan riset berkelas dunia. Dosen pembimbing tim mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi dan kerja keras para mahasiswa selama berbulan-bulan melakukan riset dan pengembangan.

Harapan untuk Masa Depan

Ke depan, tim PINTAR Diagnostics berharap inovasi mereka dapat dikembangkan lebih lanjut dan diproduksi secara massal. Dengan biaya yang lebih rendah dan kemudahan penggunaan, alat deteksi Hepatitis B berbasis CRISPR ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan di daerah terpencil, sehingga upaya pengendalian penyakit Hepatitis B di Indonesia dapat berjalan lebih efektif.

Prestasi ini juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat. ITB sendiri berkomitmen untuk terus mendukung riset-riset yang berdampak langsung pada penyelesaian masalah kesehatan nasional.