
Banyak orang beranggapan bahwa diabetes hanya menyerang mereka yang bertubuh gemuk atau kelebihan berat badan. Namun, kenyataannya tidaklah sesederhana itu. Orang bertubuh kurus pun sama-sama memiliki risiko terkena penyakit gula ini.
Sebuah tayangan video dari sumber kesehatan menjelaskan bahwa risiko diabetes tidak bisa dinilai hanya dari bentuk fisik seseorang. Tubuh yang kurus kerap membawa persepsi yang menyesatkan tentang kondisi metabolisme tubuh. Faktanya, jaringan lemak yang berada di sekitar organ dalam, yang dikenal sebagai lemak visceral, bisa menjadi pemicu resistensi insulin tanpa terlihat dari luar. Kondisi inilah yang membuat seseorang dengan indeks massa tubuh (IMT) normal atau rendah, justru memiliki kemungkinan menderita diabetes.
Faktor-Faktor di Balik Diabetes pada Orang Kurus
Selain masalah lemak visceral, terdapat beberapa faktor lain yang turut berperan. Faktor genetik merupakan salah satu yang paling kuat. Riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2 meningkatkan risiko seseorang, terlepas dari bentuk tubuhnya. Selain itu, pola makan yang kurang sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi gula dan karbohidrat olahan, serta minimnya aktivitas fisik, juga menjadi kunci utama.
- Genetik: Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita diabetes meningkatkan peluang terkena penyakit yang sama.
- Pola Makan Buruk: Konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan, makanan cepat saji, dan karbohidrat sederhana menyebabkan lonjakan gula darah.
- Kurangnya Aktivitas Fisik: Gaya hidup sedentari membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin, sehingga gula darah sulit terkendali.
Yang perlu diingat, faktor keturunan ini tidak bisa diubah. Namun, gaya hidup sehat, termasuk mengatur asupan makanan dari sumber alami serta rutin berolahraga, merupakan cara ampuh untuk menekan risiko. Pemeriksaan kadar gula darah secara berkala juga sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko bawaan.
Kesimpulannya, jangan pernah merasa aman dari diabetes hanya karena badan Anda kurus. Risiko itu tetap ada, dan justru sering kali tidak disadari.