
Kasus minyak goreng yang diduga mengandung senyawa pemicu kanker terus berkembang. Central Union Oil, perusahaan minyak yang terlibat dalam skandal ini, kini disebut telah menjalin kerja sama dengan 360 pelaku usaha lainnya.
Otoritas setempat akhirnya mengumumkan daftar lengkap produk-produk yang diduga terkontaminasi minyak berbahaya tersebut. Langkah ini diambil untuk melindungi konsumen dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
Produk-produk yang terdampak mencakup berbagai merek minyak goreng yang beredar di pasaran. Konsumen diimbau untuk memeriksa label produk dan menghindari penggunaan minyak yang tercantum dalam daftar resmi.
Skandal ini telah memicu kekhawatiran luas di kalangan masyarakat. Pemerintah berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab dan memperketat pengawasan terhadap industri minyak goreng.