
Buang air kecil seharusnya menjadi aktivitas yang lancar dan tanpa keluhan. Namun, sebagian orang kerap merasakan nyeri atau sensasi tidak tuntas saat kencing. Keluhan ini sering disebut anyang-anyangan. Apakah kondisi tersebut selalu menandakan batu ginjal? Dokter mengungkapkan bahwa ada beberapa ciri khas yang perlu diwaspadai.
Mengenal Anyang-anyangan dan Nyeri Kencing
Anyang-anyangan adalah istilah awam untuk menggambarkan rasa ingin buang air kecil terus-menerus, tetapi urine yang keluar hanya sedikit atau bahkan terasa perih. Sementara itu, nyeri saat kencing bisa muncul di awal, tengah, atau akhir buang air kecil. Keduanya kerap dikaitkan dengan gangguan saluran kemih, termasuk infeksi maupun batu ginjal.
Ciri-ciri Batu Ginjal yang Perlu Diwaspadai
Menurut dokter, batu ginjal tidak selalu menimbulkan gejala, terutama jika ukurannya masih kecil. Namun, ketika batu bergerak atau menyumbat saluran kemih, gejala berikut bisa muncul:
- Nyeri tajam di pinggang bagian belakang atau samping perut yang bisa menjalar ke selangkangan.
- Rasa sakit yang datang dan pergi secara tiba-tiba.
- Nyeri atau perih saat buang air kecil.
- Anyang-anyangan atau frekuensi kencing meningkat.
- Urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat akibat darah.
- Mual dan muntah.
- Demam dan menggigil jika sudah terjadi infeksi.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika Anda mengalami nyeri kencing yang disertai anyang-anyangan, terutama dengan darah dalam urine atau nyeri hebat di pinggang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan seperti tes urine dan USG dapat membantu memastikan penyebabnya. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Jadi, kencing nyeri dan anyang-anyangan bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele. Meski bisa jadi tanda infeksi saluran kemih, gejala tersebut juga dapat menjadi sinyal adanya batu ginjal. Kenali ciri-cirinya dan jangan ragu untuk memeriksakan diri.