
Selama ini, banyak orang tua yang menganggap bahwa gagal ginjal pada anak hanya disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat. Padahal, ada beberapa faktor lain yang ternyata juga bisa memicu kondisi serius ini hingga anak harus menjalani cuci darah. Berikut adalah tiga penyebab utama yang perlu diwaspadai.
1. Infeksi Berulang pada Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih yang tidak ditangani dengan tepat dan terjadi berulang kali dapat merusak jaringan ginjal secara perlahan. Pada anak-anak, terutama balita, gejala infeksi sering kali tidak khas sehingga sulit dikenali. Jika dibiarkan, infeksi ini bisa naik ke ginjal dan menyebabkan kerusakan permanen yang berujung pada gagal ginjal.
2. Kelainan Bawaan pada Ginjal
Beberapa anak lahir dengan kelainan struktural pada ginjal atau saluran kemih, seperti penyempitan ureter atau ginjal yang tidak berkembang sempurna. Kondisi ini menghambat aliran urine dan meningkatkan tekanan di dalam ginjal, yang lama-kelamaan dapat merusak fungsi ginjal. Deteksi dini melalui USG saat kehamilan atau pemeriksaan rutin setelah lahir sangat penting untuk mencegah komplikasi.
3. Penggunaan Obat-obatan Tertentu
Obat-obatan seperti obat pereda nyeri golongan NSAID (misalnya ibuprofen) yang diberikan dalam dosis tinggi atau jangka panjang pada anak dapat bersifat toksik bagi ginjal. Selain itu, penggunaan antibiotik atau obat herbal tanpa pengawasan dokter juga berisiko merusak ginjal. Orang tua harus selalu berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum memberikan obat apa pun pada anak.
Gagal ginjal pada anak bukanlah kondisi yang bisa dianggap sepele. Dengan mengenali faktor-faktor risiko di atas, diharapkan orang tua dapat lebih waspada dan melakukan langkah pencegahan sejak dini. Jika anak menunjukkan gejala seperti bengkak di wajah atau kaki, urine berbusa, atau penurunan frekuensi buang air kecil, segera konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.