
Sebanyak 469 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kuningan mengikuti tes sukarela untuk deteksi dini HIV/AIDS, hepatitis, dan sifilis atau yang dikenal dengan Voluntary Counseling and Testing (VCT). Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Kuningan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, ditemukan sebanyak 14 warga binaan yang menunjukkan reaksi positif terhadap penyakit hepatitis dan sifilis. Rinciannya, 5 orang terdeteksi reaktif hepatitis, dan 9 lainnya reaktif sifilis. Sementara itu, untuk kasus HIV/AIDS, tidak ditemukan adanya warga binaan yang reaktif.
Kepala Lapas Kelas IIB Kuningan, Rudi Hartono, menjelaskan bahwa tes VCT ini dilakukan secara bertahap dan sukarela. Tujuannya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal serta mencegah penyebaran penyakit menular di dalam lapas.
“Kami bersyukur kegiatan ini berjalan lancar. Dengan deteksi dini, kami bisa segera memberikan penanganan medis yang tepat bagi warga binaan yang membutuhkan. Ini juga menjadi langkah preventif agar penyakit tidak menyebar luas,” ujar Rudi.
Selain tes, warga binaan yang terdeteksi reaktif juga langsung mendapatkan konseling dan dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk pengobatan lebih lanjut. Pihak lapas juga terus mengedukasi para warga binaan tentang pentingnya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat.
Kegiatan VCT ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan derajat kesehatan warga binaan. Ke depannya, Lapas Kuningan berencana mengadakan kegiatan serupa secara berkala untuk memantau kondisi kesehatan para warga binaan.