
Dalam sebuah terobosan medis terkini, Samsung Medical Center menjadi institusi pertama yang menerapkan metode pengukuran ketahanan menjalani terapi pada pasien kanker lanjut usia. Inovasi ini bertujuan untuk menyesuaikan perawatan agar lebih sesuai dengan kondisi fisik dan psikologis pasien lansia.
Para dokter di rumah sakit tersebut menggunakan parameter khusus untuk menilai seberapa kuat seorang pasien lansia dapat menjalani serangkaian terapi kanker. Dengan demikian, rencana pengobatan dapat disesuaikan secara individual, meminimalkan efek samping yang tidak perlu dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Pendekatan ini diharapkan menjadi standar baru dalam penanganan kanker pada populasi lansia, mengingat kelompok usia ini seringkali memiliki kondisi kesehatan yang lebih kompleks. Samsung Medical Center berencana untuk mempublikasikan hasil awal dari program ini dalam jurnal medis internasional dalam waktu dekat.