
Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak warga Desa Lalebata untuk rutin memeriksakan tekanan darah. Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit hipertensi yang kerap tidak disadari gejalanya.
Pentingnya Deteksi Dini Tekanan Darah
Tim KKN-PK Unhas yang bertugas di Desa Lalebata, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, melakukan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan gratis. Mereka menekankan bahwa hipertensi sering disebut sebagai ‘pembunuh senyap’ karena banyak penderitanya tidak merasakan keluhan berarti hingga terjadi komplikasi serius.
“Kami ingin mengubah kebiasaan warga yang baru memeriksakan diri saat sudah merasakan pusing atau keluhan lain. Padahal, hipertensi bisa dicegah dan dikendalikan dengan pemeriksaan rutin serta pola hidup sehat,” ujar salah satu anggota tim KKN-PK Unhas.
Kegiatan Pemeriksaan dan Edukasi
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-PK Unhas tidak hanya melakukan pengukuran tekanan darah, tetapi juga memberikan edukasi mengenai:
- Pola makan sehat rendah garam dan lemak
- Pentingnya aktivitas fisik teratur
- Bahaya merokok dan konsumsi alkohol
- Manajemen stres untuk menjaga tekanan darah tetap stabil
Warga yang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi langsung mendapatkan konseling dan dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Antusiasme Warga Desa Lalebata
Kegiatan ini disambut antusias oleh warga Desa Lalebata. Banyak dari mereka yang mengaku baru pertama kali mengetahui pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara rutin. “Selama ini kami hanya periksa kalau sudah sakit. Sekarang jadi tahu, lebih baik cegah sebelum parah,” ujar salah seorang warga.
Program KKN-PK Unhas diharapkan dapat berkelanjutan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular, khususnya hipertensi.