
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) menjadi ancaman serius bagi mereka yang memiliki riwayat asma dan sering terpapar asap rokok. Seorang dokter spesialis paru mengingatkan bahwa kombinasi kedua faktor tersebut dapat memicu munculnya PPOK di kemudian hari.
Hubungan Antara Asma dan PPOK
Asma yang tidak terkontrol dengan baik, terutama jika ditambah dengan paparan asap rokok secara terus-menerus, dapat menyebabkan perubahan permanen pada saluran pernapasan. Kondisi ini dikenal sebagai sindrom tumpang tindih asma-PPOK (ACOS), di mana penderitanya mengalami gejala kedua penyakit sekaligus.
Faktor Risiko Utama
- Riwayat asma sejak kecil atau dewasa
- Kebiasaan merokok aktif atau pasif
- Paparan polusi udara dalam jangka panjang
- Riwayat infeksi saluran pernapasan berulang
Dokter menekankan bahwa penderita asma yang juga perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami penurunan fungsi paru secara progresif. Gejala awal PPOK sering kali mirip dengan asma, seperti sesak napas, batuk kronis, dan produksi dahak berlebih.
Langkah Pencegahan
Untuk mengurangi risiko PPOK, penderita asma disarankan untuk menghindari paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif. Selain itu, pengobatan asma secara teratur dan kontrol rutin ke dokter paru sangat penting untuk memantau kondisi saluran pernapasan.
Jika Anda atau keluarga memiliki riwayat asma dan sering terpapar rokok, segera konsultasikan dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan fungsi paru. Deteksi dini dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup.