
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah memproses pengiriman reagen Early Infant Diagnosis (EID) ke Jayapura. Langkah ini disambut baik oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat, yang memastikan bahwa pemeriksaan HIV pada bayi akan segera dilanjutkan.
Sebelumnya, layanan tes HIV pada bayi di Papua Barat sempat terhambat karena kekurangan reagen EID. Reagen tersebut merupakan bahan penting untuk mendeteksi virus HIV pada bayi sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kepala Dinkes Papua Barat menyatakan bahwa dengan adanya pengiriman ini, pemeriksaan HIV pada bayi di seluruh fasilitas kesehatan di provinsi tersebut akan kembali beroperasi normal. Ia juga mengimbau para ibu hamil dan bayi untuk tetap rutin memeriksakan diri guna mencegah penularan HIV dari ibu ke anak.
Proses pengiriman reagen EID ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat program eliminasi HIV/AIDS, khususnya pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak. Dinkes Papua Barat berkomitmen untuk terus memantau ketersediaan reagen agar tidak terjadi kekosongan serupa di masa mendatang.