
Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diterapkan di Puskesmas se-Kota Yogyakarta kini semakin diperkuat. Inisiatif ini bertujuan untuk mengendalikan dua penyakit tidak menular yang paling umum, yaitu hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes melitus (kencing manis).
Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, Prolanis tidak hanya memberikan layanan kesehatan rutin, tetapi juga mendorong perubahan gaya hidup penderita. Para peserta program akan mendapatkan edukasi gizi, panduan aktivitas fisik, serta pemantauan kondisi kesehatan secara berkala.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menegaskan bahwa penguatan Prolanis merupakan bagian dari upaya preventif untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kronis. “Kami ingin masyarakat tidak hanya berobat saat sakit, tetapi juga aktif menjaga kesehatannya sehari-hari,” ujarnya.
Puskesmas di Yogyakarta kini menyediakan layanan konsultasi khusus, senam bersama, dan kelas edukasi yang diintegrasikan dalam jadwal Prolanis. Peserta juga bisa memantau perkembangan tekanan darah dan kadar gula darah mereka melalui buku monitoring yang disediakan.
Dengan adanya program ini, diharapkan penderita hipertensi dan diabetes di Yogyakarta dapat mengelola penyakitnya dengan lebih baik, mengurangi komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup. Masyarakat pun didorong untuk mendaftar dan aktif berpartisipasi di Puskesmas terdekat.