
Pemerintah berencana memperluas cakupan vaksinasi human papillomavirus (HPV) dengan menyasar anak laki-laki. Pada tahun 2026, program ini akan diluncurkan secara bertahap di tiga provinsi sebagai langkah awal.
Langkah ini diambil untuk menekan angka kejadian penyakit yang disebabkan oleh virus HPV, seperti kutil kelamin dan beberapa jenis kanker, termasuk kanker serviks, kanker penis, serta kanker orofaringeal. Selama ini, vaksin HPV lebih sering diberikan kepada anak perempuan untuk mencegah kanker serviks. Namun, dengan melibatkan anak laki-laki, diharapkan kekebalan kelompok (herd immunity) dapat terbentuk sehingga penyebaran virus dapat ditekan lebih luas.
Menurut informasi yang dihimpun, pemilihan tiga provinsi tersebut didasarkan pada kesiapan infrastruktur kesehatan dan tingkat kebutuhan di wilayah masing-masing. Program ini nantinya akan menjadi fondasi untuk perluasan cakupan ke seluruh Indonesia pada tahun-tahun berikutnya.
Para ahli kesehatan menyambut baik rencana ini karena dinilai mampu memberikan perlindungan yang lebih merata bagi masyarakat. Selain itu, edukasi mengenai pentingnya vaksin HPV juga akan digencarkan agar kesadaran publik meningkat.
Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi stigma bahwa vaksin HPV hanya untuk perempuan, melainkan menjadi kebutuhan bersama dalam upaya pencegahan penyakit.