
Program Penanggulangan HIV Akan Berakhir, PKBI Sulut Dorong Pemerintah untuk Melanjutkan
Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Manado untuk segera mengambil alih program intervensi HIV/AIDS. Pasalnya, program yang selama ini berjalan dipastikan akan berakhir pada bulan Desember mendatang.
Ketua PKBI Sulut, [Nama Tokoh], menyatakan kekhawatirannya jika program tersebut tidak dilanjutkan. Menurutnya, penghentian intervensi secara mendadak dapat mengganggu upaya pencegahan dan pengendalian HIV di wilayah Manado. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program agar pasien tetap mendapatkan akses layanan kesehatan yang memadai.
Desakan agar Pemkot Segera Bertindak
PKBI Sulut berharap Pemkot Manado tidak tinggal diam dan segera menyusun rencana untuk melanjutkan program tersebut. Mereka menilai bahwa pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan layanan HIV tetap berjalan tanpa hambatan. “Kami meminta agar program ini diintegrasikan ke dalam anggaran daerah tahun depan,” ujar perwakilan PKBI.
Selain itu, PKBI juga menyoroti pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai HIV/AIDS. Mereka menekankan bahwa upaya pencegahan harus terus digencarkan meskipun program utama telah berakhir.
Dampak Jika Program Tidak Dilanjutkan
Jika program intervensi HIV berhenti total, dikhawatirkan akan terjadi peningkatan kasus baru serta putusnya akses pengobatan bagi pasien yang sudah menjalani terapi. PKBI Sulut mengingatkan bahwa kondisi ini bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Manado.
Oleh karena itu, mereka mendesak agar Pemkot Manado segera mengambil langkah konkret, seperti mengalokasikan dana APBD untuk program kelanjutan atau menjalin kerja sama dengan lembaga lain. “Kami siap membantu jika diperlukan, tetapi keputusan tetap ada di tangan pemerintah,” pungkasnya.