
Program pemeriksaan kesehatan gratis di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) baru mencapai 50 persen dari target yang ditetapkan. Dari ribuan warga yang telah diperiksa, dua penyakit yang paling banyak ditemukan adalah hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes melitus (kencing manis).
Berdasarkan data terbaru, realisasi program ini masih setengah jalan. Artinya, masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan kesehatan gratis tersebut. Pemerintah daerah setempat terus berupaya memperluas jangkauan agar seluruh warga bisa terlayani.
Hipertensi dan Diabetes Mendominasi
Dari hasil skrining kesehatan, hipertensi menjadi gangguan yang paling dominan. Banyak peserta yang baru mengetahui tekanan darahnya tinggi setelah mengikuti pemeriksaan. Selain itu, diabetes juga menempati posisi kedua sebagai penyakit yang paling sering terdeteksi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa gaya hidup dan pola makan masyarakat masih perlu diperbaiki. Pemeriksaan dini seperti ini diharapkan bisa mencegah komplikasi lebih lanjut.
Target dan Harapan ke Depan
Pemerintah menargetkan seluruh warga Kepri bisa menjalani pemeriksaan gratis ini. Namun, baru separuh dari sasaran yang tercapai. Kendala seperti lokasi yang sulit dijangkau dan kurangnya sosialisasi menjadi tantangan utama.
Ke depan, diharapkan program ini bisa dipercepat dengan melibatkan lebih banyak tenaga kesehatan dan posko pelayanan di setiap kecamatan. Masyarakat juga diimbau untuk aktif memanfaatkan fasilitas ini demi deteksi dini penyakit.