
Seorang pasien lanjut usia berusia 80 tahun yang menderita gagal ginjal stadium berat baru saja menjalani prosedur intervensi vaskular yang unik. Dalam tindakan tersebut, dokter menggunakan gas karbon dioksida (CO₂) sebagai media kontras, menggantikan zat kontras konvensional yang biasanya berbasis yodium.
Prosedur ini dilakukan karena kondisi ginjal pasien yang sudah sangat lemah tidak memungkinkan untuk menerima zat kontras berbasis yodium, yang bisa memperburuk fungsi ginjal. Dengan memanfaatkan gas CO₂, risiko kerusakan ginjal lebih lanjut dapat diminimalkan.
Intervensi vaskular dengan gas CO₂ ini tergolong inovatif dan jarang dilakukan, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal berat. Teknik ini memungkinkan dokter untuk tetap mendapatkan gambaran pembuluh darah yang jelas tanpa harus membebani ginjal pasien.
Setelah menjalani prosedur, kondisi pasien dilaporkan stabil dan menunjukkan perbaikan. Keberhasilan ini membuka harapan baru bagi pasien gagal ginjal yang membutuhkan tindakan intervensi vaskular namun memiliki risiko tinggi terhadap kontras yodium.