
Pebolah kayu asal Buleleng, Nyoman Prabawa, berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga nasional. Atlet berbakat ini sukses meraih dua medali emas di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026, yang digelar di Jakarta.
Pencapaian luar biasa ini sekaligus mengantarkan Prabawa untuk berlaga di ajang Piala Dunia Woodball. Dalam kejuaraan yang berlangsung ketat itu, ia tampil dominan di nomor perorangan dan beregu.
Kunci Sukses dan Persiapan Matang
Prabawa mengaku kunci keberhasilannya adalah latihan rutin. “Saya berlatih setiap hari, baik fisik maupun teknik. Dukungan dari pelatih dan keluarga juga sangat berarti,” ujarnya penuh syukur.
Ia juga menyebutkan bahwa persaingan di Kejurnas tahun ini sangat berat. Banyak atlet muda potensial yang menunjukkan kemampuan luar biasa. Namun, fokus dan disiplin yang tinggi membuatnya mampu mengatasi tekanan.
Lolos Piala Dunia, Target Lebih Tinggi
Dengan tiket Piala Dunia di tangan, Prabawa langsung memasang target ambisius. “Saya ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Medali emas di Piala Dunia adalah impian saya,” tegasnya.
Prestasi ini tidak hanya membanggakan dirinya sendiri, tetapi juga daerah asalnya, Buleleng. Pemerintah daerah setempat pun berjanji akan memberikan dukungan penuh, termasuk pembiayaan dan fasilitas latihan.
Woodball sendiri merupakan olahraga yang mulai populer di Indonesia. Kombinasi antara golf dan kroket ini membutuhkan konsentrasi tinggi serta strategi yang tepat. Prestasi Prabawa diharapkan bisa memotivasi generasi muda untuk menyukai dan menekuni olahraga ini.
Kejurnas Woodball 2026 diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai provinsi. Ajang ini menjadi seleksi awal untuk menentukan wakil Indonesia di kompetisi internasional. Keberhasilan Prabawa menjadi bukti bahwa atlet lokal mampu bersaing di level global.