
Paparan polusi udara kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, termasuk meningkatkan risiko stroke dan stunting pada anak. Berdasarkan studi dan laporan terkini, partikel halus (PM2.5) dan gas beracun dalam udara kotor dapat masuk ke dalam aliran darah dan memicu peradangan yang berujung pada penyumbatan pembuluh darah otak, sehingga memperbesar kemungkinan terkena stroke.
Selain stroke, polusi udara juga dikaitkan dengan gangguan pertumbuhan anak, terutama stunting. Paparan jangka panjang pada ibu hamil dan bayi dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan perkembangan otak, yang akhirnya menghambat tinggi badan dan kecerdasan anak. Riset menunjukkan bahwa daerah dengan tingkat polusi tinggi memiliki angka stunting yang lebih signifikan.
Langkah pencegahan seperti penggunaan masker, pemasangan alat pembersih udara di dalam ruangan, serta pengurangan aktivitas di luar ruangan saat polusi tinggi perlu digalakkan. Pemerintah juga didorong untuk memperketat standar emisi kendaraan dan industri demi menjaga kualitas udara yang lebih baik.