
Seorang remaja bernama Nurul harus berjuang sendirian melawan penyakit leukimia tanpa didampingi kedua orang tuanya. Kisah haru ini datang dari laporan yang diterbitkan oleh kumparan.com.
Nurul, yang masih berusia belasan tahun, diketahui mengidap leukimia, yaitu jenis kanker darah yang menyerang sel-sel darah putih. Penyakit ini memerlukan perawatan intensif dan biaya yang tidak sedikit. Namun, tantangan terberat yang dihadapinya adalah ketidakhadiran kedua orang tua di sisinya.
Meski tanpa dukungan langsung dari orang tua, Nurul tetap menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Ia menjalani berbagai prosedur medis dengan tabah, mulai dari kemoterapi hingga pengobatan suportif lainnya. Tim medis yang menanganinya juga memberikan perhatian ekstra untuk memastikan kondisi psikologisnya tetap stabil.
Kisah Nurul menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kepedulian sosial terhadap sesama, terutama mereka yang sedang berjuang melawan penyakit berat tanpa ada keluarga yang mendampingi. Semoga perjuangan Nurul mendapat dukungan dari banyak pihak dan ia bisa segera pulih.