
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Hendra Hidayat, memberikan imbauan keras kepada para pemuda di kota tersebut untuk menjauhi perilaku menyimpang, terutama LGBT. Pernyataan ini disampaikan menyusul data yang menunjukkan bahwa kelompok LGBT menjadi salah satu penyumbang terbesar kasus HIV di Pekanbaru.
Dalam sebuah kesempatan, Hendra menegaskan bahwa gaya hidup LGBT tidak hanya bertentangan dengan norma agama dan budaya, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang serius. Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan dari dinas kesehatan, angka infeksi HIV di kalangan LGBT terus meningkat setiap tahunnya.
“Kami sangat prihatin dengan kondisi ini. Generasi muda adalah aset bangsa, dan mereka harus dijauhkan dari perilaku yang bisa merusak masa depan, termasuk LGBT,” ujar Hendra di hadapan awak media.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga tokoh agama, untuk bersama-sama memberikan pemahaman yang benar kepada anak-anak muda tentang bahaya LGBT. Hendra juga meminta agar pemerintah daerah lebih gencar melakukan sosialisasi dan edukasi tentang HIV/AIDS serta pencegahannya.
Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat bahwa kasus HIV di kalangan LGBT menyumbang sekitar 30 persen dari total kasus baru setiap tahunnya. Angka ini menjadikan LGBT sebagai kelompok risiko tertinggi kedua setelah pengguna narkoba suntik.
Hendra berharap, dengan adanya imbauan ini, para pemuda dapat lebih waspada dan menjauhi segala bentuk perilaku berisiko. “Kami tidak ingin generasi muda Pekanbaru menjadi korban dari pergaulan bebas. Mari kita jaga diri dan masa depan kita bersama,” pungkasnya.