Peringatan: Minum Minuman Panas Melebihi Suhu 65 Derajat Celsius Tingkatkan Bahaya Kanker Kerongkongan

Home blog Peringatan: Minum Minuman Panas Melebihi Suhu 65 Derajat Celsius Tingkatkan Bahaya Kanker Kerongkongan
Peringatan: Minum Minuman Panas Melebihi Suhu 65 Derajat Celsius Tingkatkan Bahaya Kanker Kerongkongan
Peringatan: Minum Minuman Panas Melebihi Suhu 65 Derajat Celsius Tingkatkan Bahaya Kanker Kerongkongan

Kaitan Suhu Minuman dengan Risiko Kanker

Sebuah penelitian terbaru mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap kebiasaan mengonsumsi minuman dalam keadaan sangat panas. Paparan suhu ekstrem pada tenggorokan diduga kuat memicu munculnya sel kanker di esofagus.

Menurut studi yang dilansir oleh Media Indonesia, minuman dengan suhu di atas 65 derajat Celsius dapat mengiritasi lapisan esofagus secara berulang. Iritasi kronis ini kemudian memicu peradangan dan mutasi sel yang berpotensi menjadi kanker.

Mekanisme Pemicu Kanker Esofagus

Para ahli menjelaskan bahwa suhu tinggi merusak jaringan epitel yang melapisi kerongkongan. Ketika jaringan ini terus-menerus terpapar panas, proses regenerasi sel terganggu. Akibatnya, sel-sel abnormal mulai tumbuh dan berkembang menjadi tumor ganas.

Temuan ini sejalan dengan klasifikasi Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) yang telah menetapkan minuman panas sebagai karsinogen kelompok 2A—artinya, kemungkinan besar menyebabkan kanker pada manusia.

Kebiasaan yang Perlu Diubah

Di banyak budaya, minum teh atau kopi dalam keadaan mendidih masih menjadi kebiasaan. Namun, penelitian menyarankan untuk menunggu hingga minuman turun ke suhu yang lebih aman, yaitu sekitar 50–60 derajat Celsius, sebelum dikonsumsi.

Selain itu, hindari menyeruput minuman langsung dari sumber panas, seperti teko atau termos yang baru diisi air mendidih. Biarkan beberapa menit hingga suhunya turun agar risiko iritasi dapat diminimalkan.

Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai

Kanker esofagus sering kali tidak menunjukkan gejala pada stadium awal. Namun, beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi kesulitan menelan, nyeri saat menelan, penurunan berat badan tanpa sebab jelas, atau suara serak yang berkepanjangan.

Jika Anda memiliki kebiasaan minum minuman panas dan mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kesadaran akan bahaya ini menjadi langkah awal pencegahan. Dengan mengubah sedikit kebiasaan sehari-hari, Anda dapat melindungi kesehatan kerongkongan dan mengurangi risiko kanker di masa depan.