
Stroke mendadak yang terjadi di kamar mandi seringkali mengejutkan banyak orang. Menurut dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surabaya (FK Unesa), ada beberapa faktor utama yang dapat memicu kondisi ini. Salah satu penyebabnya adalah perubahan suhu yang drastis, misalnya saat seseorang yang baru saja mandi dengan air dingin langsung terkena udara panas atau sebaliknya. Perubahan suhu ini dapat menyebabkan tekanan darah naik secara tiba-tiba, yang pada akhirnya meningkatkan risiko stroke.
Selain itu, kebiasaan mengejan terlalu keras saat buang air besar juga bisa menjadi pemicu. Tekanan yang tinggi di dalam perut dapat mempengaruhi aliran darah ke otak, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau penyakit jantung. Dehidrasi juga menjadi faktor risiko, karena kurangnya cairan tubuh dapat membuat darah lebih kental dan mempersulit aliran darah ke otak.
Untuk mencegah stroke di kamar mandi, dokter menyarankan beberapa langkah sederhana. Pertama, biasakan untuk melakukan pemanasan ringan sebelum mandi, misalnya dengan menggosok-gosok tubuh atau menggerakkan kaki dan tangan. Kedua, hindari mandi dengan air yang terlalu dingin atau terlalu panas, dan usahakan untuk menyesuaikan suhu air secara bertahap. Ketiga, perbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Keempat, jangan mengejan terlalu keras saat buang air besar; jika mengalami sembelit, konsumsi makanan berserat tinggi atau konsultasikan dengan dokter.
Terakhir, bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti hipertensi atau diabetes, penting untuk rutin memeriksakan kesehatan dan mengikuti anjuran dokter. Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini, risiko stroke mendadak di kamar mandi dapat diminimalkan secara signifikan.