
Seiring bertambahnya usia, banyak lansia yang harus mengonsumsi berbagai jenis obat secara teratur untuk mengendalikan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung. Namun, kebiasaan ini perlu diimbangi dengan pemeriksaan fungsi ginjal dan hati secara berkala. Mengapa demikian?
Ginjal dan hati merupakan dua organ vital yang berperan penting dalam memproses dan membersihkan obat dari dalam tubuh. Seiring penuaan, fungsi kedua organ ini secara alami akan menurun. Jika tidak dipantau, penumpukan obat akibat penurunan fungsi organ dapat meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya.
Para ahli kesehatan menyarankan agar lansia yang mengonsumsi obat dalam jangka panjang melakukan tes fungsi ginjal (seperti pemeriksaan kreatinin dan ureum) serta tes fungsi hati (seperti SGOT dan SGPT) secara rutin. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan dosis obat yang dikonsumsi masih aman dan efektif, serta untuk mendeteksi dini adanya gangguan organ.
Selain itu, lansia juga perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum menambah atau mengurangi dosis obat. Dokter akan menyesuaikan resep berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Dengan pemantauan yang teratur, risiko komplikasi akibat konsumsi obat jangka panjang dapat diminimalkan, sehingga kualitas hidup lansia tetap terjaga.
Jangan ragu untuk bertanya kepada tenaga medis tentang jadwal pemeriksaan yang tepat. Kesehatan adalah investasi berharga, terutama di usia senja.