
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis) serta penyakit infeksi yang baru muncul.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap potensi ancaman kesehatan masyarakat yang semakin kompleks, terutama di tengah dinamika perubahan lingkungan dan interaksi manusia-hewan yang semakin erat.
Melalui koordinasi lintas sektor yang lebih intensif, Pemprov Kalsel berharap sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap wabah dapat dioptimalkan. Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi terkait, seperti dinas kesehatan, dinas peternakan, dan instansi lainnya yang memiliki peran strategis dalam pengendalian penyakit.
Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dan petugas lapangan dalam mengidentifikasi serta menangani kasus zoonosis. Selain itu, upaya edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan agar warga lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.
Dengan koordinasi yang matang, diharapkan rantai penularan penyakit dapat diputus lebih awal. Hal ini menjadi modal penting dalam melindungi masyarakat Kalsel dari ancaman penyakit yang dapat menimbulkan dampak kesehatan dan ekonomi yang serius.
Pemprov Kalsel juga mengajak seluruh elemen untuk berpartisipasi aktif, mulai dari peternak, pedagang hewan, hingga masyarakat umum. Sinergi semua pihak menjadi kunci utama dalam mewujudkan Kalsel yang sehat dan bebas dari ancaman zoonosis.