
Pemerintah Kota Kupang terus berupaya menekan angka kasus kanker payudara melalui program skrining yang lebih masif. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kesadaran dan deteksi dini masyarakat terhadap penyakit mematikan tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ria, menjelaskan bahwa skrining dilakukan secara gratis di berbagai puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. “Kami ingin memastikan setiap wanita, terutama yang berusia di atas 30 tahun, bisa memeriksakan payudaranya secara rutin,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Program ini mencakup pemeriksaan klinis payudara dan edukasi tentang teknik pemeriksaan mandiri. Selain itu, petugas kesehatan juga aktif melakukan sosialisasi di kelurahan-kelurahan untuk menjangkau lebih banyak warga.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Kupang menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kanker payudara masih rendah. Banyak kasus baru ditemukan pada stadium lanjut, sehingga memperkecil peluang kesembuhan. “Dengan skrining, kita berharap kasus dapat terdeteksi lebih awal dan penanganan bisa lebih optimal,” tambah dr. Ria.
Pemkot Kupang juga menggandeng berbagai pihak, termasuk organisasi perempuan dan komunitas lokal, untuk mendukung suksesnya program ini. Ke depannya, skrining akan diperluas ke daerah-daerah terpencil agar tidak ada warga yang terlewatkan.
Langkah ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Seorang warga, Maria, mengaku merasa lebih tenang setelah mengikuti skrining. “Saya jadi tahu cara memeriksa payudara sendiri. Ini sangat membantu,” katanya.
Dengan adanya program ini, diharapkan angka kejadian kanker payudara di Kupang dapat menurun secara signifikan. Pemkot berkomitmen untuk terus mengedukasi dan memfasilitasi warga demi kesehatan yang lebih baik.