
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat program deteksi dini diabetes pada 50 juta anak usia sekolah di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan kasus diabetes tipe 2 pada populasi muda.
Program yang dikenal sebagai skrining diabetes ini akan mencakup anak-anak dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah. Pemeriksaan meliputi pengukuran kadar gula darah, indeks massa tubuh, serta faktor risiko lain seperti riwayat keluarga dan pola makan.
Menurut data terbaru, prevalensi diabetes pada remaja di Indonesia terus meningkat. Hal ini dipicu oleh gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi makanan manis berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik.
Kemenkes berharap dengan deteksi dini, penanganan diabetes dapat dilakukan lebih cepat sehingga mencegah komplikasi serius di masa depan. Orang tua dan guru juga akan dilibatkan dalam program edukasi gizi dan aktivitas fisik.
Program ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap di seluruh provinsi, dengan prioritas pada daerah dengan angka obesitas dan diabetes tinggi. Targetnya, semua anak sekolah mendapatkan pemeriksaan minimal satu kali dalam setahun.