
Sebanyak 21 puskesmas di Kota Pekanbaru kini membuka layanan pemeriksaan hingga pengobatan HIV secara cuma-cuma. Inisiatif ini merupakan langkah penting untuk memperluas akses kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dr. Nuryanti, menjelaskan bahwa layanan ini meliputi tes HIV, konseling, serta pemberian obat antiretroviral (ARV). “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang terinfeksi HIV mendapatkan penanganan yang layak tanpa harus khawatir dengan biaya,” ujarnya.
Layanan gratis ini diharapkan dapat meningkatkan angka deteksi dini dan menekan penyebaran virus HIV di Pekanbaru. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu memeriksakan diri, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi.
Selain di puskesmas, Dinas Kesehatan juga menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas untuk memberikan edukasi tentang HIV/AIDS. Hal ini bertujuan untuk menghapus stigma negatif yang seringkali menghalangi penderita untuk berobat.
Dengan adanya layanan ini, Pekanbaru menjadi salah satu kota yang proaktif dalam menangani epidemi HIV. Pemerintah kota berharap kesadaran masyarakat akan kesehatan semakin meningkat, sehingga target “three zero”—tidak ada infeksi baru, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada stigma—dapat tercapai.