
Sejumlah pedagang di kawasan Jakarta Selatan mengeluhkan lonjakan drastis harga kantong plastik yang terjadi sejak bulan Ramadan lalu. Menurut para pedagang, kenaikan harga tersebut mencapai sepuluh kali lipat dibandingkan harga normal sebelumnya.
Kenaikan Harga yang Membebani
Para pedagang mengaku kaget dengan lonjakan harga yang tidak wajar ini. Mereka menyebutkan bahwa sebelumnya harga plastik masih terjangkau, namun kini harganya melambung tinggi hingga membuat mereka harus berpikir ulang dalam mengelola biaya operasional.
Seorang pedagang di Pasar Kebayoran Lama mengatakan, dulu ia bisa membeli sebungkus plastik ukuran kecil dengan harga Rp5.000, namun sekarang harganya mencapai Rp50.000. Kenaikan ini jelas sangat memberatkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Dampak pada Usaha Kecil
Para pedagang kecil menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari kenaikan harga plastik ini. Mereka terpaksa harus menaikkan harga jual barang dagangan atau mengurangi margin keuntungan agar tetap bisa bertahan.
Seorang penjual sayur mayur mengaku terpaksa mengurangi penggunaan plastik dan menggantinya dengan kantong kertas bekas. Namun, langkah ini dinilai kurang efektif karena kantong kertas lebih mudah robek dan tidak bisa menampung barang basah.
Harapan Pedagang
Para pedagang berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi lonjakan harga plastik yang tidak wajar ini. Mereka meminta agar ada pengawasan ketat terhadap distribusi plastik dan penindakan terhadap spekulan yang memanfaatkan situasi.
Selain itu, mereka juga berharap ada solusi jangka panjang seperti penyediaan alternatif kemasan yang ramah lingkungan namun tetap terjangkau. Dengan begitu, mereka tidak perlu lagi khawatir dengan fluktuasi harga plastik yang bisa terjadi sewaktu-waktu.